Aviary

Mengatasi Penyakit Murai Batu: Macam-Macam Cara Efektif Menanganinya!

Teman-teman pecinta kicauan burung! Kami kembali lagi di blog kicaumania.id untuk berbicara tentang berbagai jenis penyakit yang bisa menyerang burung murai batu dan bagaimana mengatasi penyakit murai batu. Oleh karena itu pastikan kita selalu merawat burung murai batu kita dengan baik dan teratur agar mereka tetap sehat dan bahagia.

Ingatlah untuk selalu memperhatikan kebutuhan makanan burung kita, seperti nutrisi, protein, dan mineral. Kebersihan lingkungan dan kandang (sangkar) juga perlu diperhatikan.


Pastikan selalu untuk menjaga pola perawatan burung murai batu kita dengan baik. Sebagai langkah penting dalam merawat mereka, beberapa jenis penyakit yang mungkin dialami oleh burung murai batu dan mengatasi penyakit murai batu

Jenis Penyakit Burung yang Sering Terjadi dan Cara Mengatasi

Oleh karena itu, burung merupakan makhluk yang rentan terhadap berbagai penyakit, terutama burung-burung peliharaan seperti murai batu yang menjadi favorit banyak pecinta kicauan. Dalam artikel ini, kita akan membahas beberapa jenis penyakit yang sering dialami oleh burung murai batu dan bagaimana mengatasi penyakit murai batu.

1. Tetelo: Mengenal Penyakit yang Menyerang Sistem Saraf

Tetelo adalah penyakit umum yang dapat menyerang berbagai jenis burung, termasuk murai batu. Penyakit ini dikarenakan oleh virus bakteri yang dikenal sebagai new castle disease, yang sangat mudah menular melalui makanan, minuman, dan udara.

Contoh gejala burung murai batu yang terkena Tetelo:

  • Nafsu makan menurun.
  • Kesulitan bernafas dan sering batuk-batuk.
  • Gemetar dan kepala bergerak tak terkendali.

Cara Pencegahan Tetelo:

  • Jaga kebersihan kandang dengan membersihkannya setiap hari.
  • Ganti air minum secara teratur, minimal dua kali sehari.
  • Berikan pakan berkualitas tinggi yang mengandung protein, nutrisi, dan mineral yang cukup.

Pengobatan Tetelo:

  • Isolasi burung yang sakit dari burung lain.
  • Gunakan obat khusus untuk penyakit saraf (tetelo) sesuai dosis yang dianjurkan pada kemasan obat.

2. Mengatasi Penyakit Murai Batu Suara Serak: Akibat Aktivitas Berlebihan

Disamping itu, suara serak yang sering terjadi pada murai batu akibat aktivitas yang intens, seperti bernyanyi dengan volume tinggi atau penyebab lainnya termasuk penjemuran berlebihan atau pemberian makanan yang tidak sesuai yang akan mengakibatkan terganggu kesehatan nya.

Contoh gejala burung murai batu yang terkena gejala Suara Serak:

  • Murai batu tampak pucat dan kehilangan nafsu makan.
  • Volume suara burung murai batu menjadi kecil
  • Volume kicauan burung menurun.
  • Burung berkicau tidak terdengar atau terlihat seperti lipsync.

Cara Pencegahan Suara Serak:

  • Hindari penjemuran di atas jam 10.00 WIB
  • Pastikan pakan berkualitas tinggi dan air minum tetap bersih.
  • Saat memberikan jangkrik, pastikan untuk menghilangkan kepala dan kaki jangkrik.

Pengobatan Suara Serak:

  • Berikan rebusan air jahe secara rutin untuk memulihkan suara murai batu.
  • Campurkan sedikit madu saat memberikan EF Jangkrik dan kroto.
  • Dengan demikian, berikan istirahat yang cukup kepada burung murai batu untuk menghindari suara bising burung lainnya, sbagai hasilnya burung murai batu kesayangan kita menjadi lebih fresh dan sehat.

3. Luka pada Kaki: Tanda Burung yang Butuh Perhatian Khusus

Luka pada kaki sering dialami oleh burung murai batu yang sudah tua atau akibat serangan kutu.

Contoh gejala burung murai batu yang terkena gejala Luka pada Kaki:

  • Kaki burung tampak bengkak dan merah.
  • Burung mungkin berdiri dengan satu kaki.
  • Burung menjadi lesu dan jarang berbunyi.

Cara Pengobatan Luka pada Kaki:

  • Oleskan obat luka seperti betadine atau sejenis minyak urut untuk menghangatkan kaki burung.
  • Semprotkan campuran air hangat dengan garam ke area yang bengkak.
  • Berikan antibiotik dalam air minum.

4. Osteoporosis: Permasalahan Tulang pada Burung Tua

Osteoporosis, merupakan sebutan untuk permasalahan tulang pada makhluk hidup di akibatkan karna beberapa faktor.

Pada burung murai batu, Osteoporosis terjadi akibat usia menua, masalah penjemuran, pakan extra fooding yang kurang lengkap pada rawatan hariannya.

Contoh gejala burung murai batu yang terkena gejala Osteoporosis:

  • Burung murai batu terlihat lumpuh dan bulunya kusam.
  • penumpukan sisik pada kaki yang tidak berarutan
  • Aktivitas dan pergerakan burung murai batu sangat lambat dan kurang bergairah.
  • Cengkraman kaki burung murai batu pada tangkringan melemah.

Cara Pencegahan Osteoporosis:

  • Pastikan pakan selalu segar dan berkualitas tinggi.
  • Jemur burung dengan durasi yang sesuai.

Pengobatan Osteoporosis:

  • Jemur burung dengan lampu 15 watt pada malam hari.
  • Berikan vitamin dalam air minum.

5. Mencabuti Bulu Sendiri: Tanda Serangan Jamur atau Kutu

Burung yang sering mencabuti bulu sendiri mungkin mengalami serangan jamur atau kutu, yang dapat membuat mereka merasa gatal dan tidak nyaman.

Contoh gejala burung murai batu yang terkena gejala Mencabuti Bulu Sendiri:

  • Burung sering menggaruk-garuk tubuhnya.
  • Terlalu emosional tanpa berkicau ketika melihat lawan.
  • Menyerang burung lain dengan agresif.
  • Sering skali mencabuti bulu sayap dan ekor ketika melihat lawan.

Cara Pengobatan Mencabuti Bulu Sendiri:

  • Semprotkan burung dengan rebusan air daun sirih.
  • Sterilkan kandang dan pindahkan burung ke kandang yang baru dan bersih.

6. Berak Kapur: Masalah Saluran Pencernaan

Berak kapur merupakan salah satu gejala yang sangat amat riskan pada burung murai batu, karna salah pemilihan pakan atau penurunan kesehatan akibat dari lingkungan dan cuaca.

Contoh gejala burung murai batu yang terkena gejala Berak Kapur:

  • Kotoran burung tampak putih, lengket, dan berbau tidak sedap.
  • Burung terlihat lesu dan bulunya kusam.
  • Nafsu makan menurun, kedipan mata burung yang lambat.
  • Lebih banyak diam dan kurang merespon keadaan sekitarnya.

Cara Pengobatan Berak Kapur:

  • Berikan obat khusus dalam air minum burung.
  • Gunakan obat oral sesuai dosis yang dianjurkan.

Penting untuk selalu memperhatikan kesehatan dan kebersihan burung murai batu peliharaan Anda supaya mereka tetap sehat dan bahagia. Semoga informasi ini bermanfaat untuk Anda dan burung kesayangan Anda. Terima kasih atas perhatiannya!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *